Jumat, 13 November 2015

nadhamCinta

- senandungnya bisikkan kisah semesta ‪# ‎dendangnya‬ suarakan merdunya Asmara
- gemintang dan rembulan menjadi saksi ‪# ‎indahnya‬ Cinta bersarang dalam hati
- deras hujan alirkan sungai cerita ‪#‎ mengalir‬ bersama ke hulu asmara
- kisahkan dongeng-dongeng penghias mimpi ‪#‎ dalam‬ damai lelap kasih permaisuri
- gemuruh petir getarkan rindu jiwa # ‎melukiskan‬ senyum permaisuri jiwa
- embun pagi sejukkan Legenda Suci # ‎Legenda‬ biru tentang cinta sejati
- Nadham-Nadham Cinta membuai kekasih ‪#‎ merdu‬ suaranya menyanjungmu Kasih
- Bait-Baitnya melangitkan harapan ‪#‎ semoga‬ kau aku direstui Tuhan
- Terjaga dalam Suci Cinta Hakiki # ‎hingga‬ kau halal dalam ikatan suci

Rabu, 11 Maret 2015

Tiga Sebab Karakter Koruptor

Korupsi marak terjadi di Indonesia. Bukan hanya dari kalangan pejabat tinggi, kini juga mulai merambah pejabat desa, bahkan oknum pegawai di sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Korupsi tidak terbatas pada lingkungan institusi pemerintah saja. Perusahaan swasta pun mulai terjangkit virus sosial ini.

Menurut kacamata saya ada tiga hal pokok yang bisa menyebabkan seseorang mempunyai mental koruptor. Mulai dari kebiasaan, pergaulan dan lingkungan, dan kesempatan.

Pertama, Kebiasaan berperilaku korupsi. Jika sedari muda karakter koruptor mengakar pada diri seseorang, seperti, memakai uang kuliyah atau sekolah untuk jajan, main dan lain-lain, maka tidak mustahil di hari tuanya, ia akan menjadi seorang koruptor ulung. Kedua, lingkungan dan pergaulan tempat ia bersosialisasi, jika di lingkungannya banyak terjadi praktek korupsi, bisa jadi ia akan terbawa arus mengikuti lingkungan dan pergaulannya dan terjebak di lingkaran korupsi. Ketiga, kesempatan. Kejahatan tidak terjadi bukan hanya dari niat pelakunya, tetapi juga adanya kesempatan” kalimat tersebut agaknya juga relevan pada kasus korupsi, dimana kesempatan seseorang memegang suatu mandat bisa dimanfaatkan oleh oknum tersebut dan dijadikan sebagai tambang emas baginya untuk mengeruk keuntungan untuk dirinya.

Banyak hal yang bisa mencegah perilaku korupsi seseorang. Diantaranya, lebih menjaga pergaulan dan lingkungan tempat ia bersosialisasi, menanamkan noble morality sejak dini, mengetahui bahaya korupsi, dan sebagainya.