Minggu, 05 Oktober 2014

CERPEN: KETIKA CINTA BAWA TASBIH

Facebook     Twitter

Pemalang, 06 Agustus 2010


Sudah kenal Tedjo….?
Seorang actor kawakan dari sebuah cerpen yang berjudul “ Ketika cinta bawa tasbih”, karangan Muna Fuadan. Dia sangat terkenal dari anak- anak lain. Minimal saat kamu menyebut nama Tedjo dirumahnya, pasti seisi rumah mengenalnya. Seorang anak ABG ( bukan “Anak Bakul Gorengan” lho.). Yang nggak terlalu ganteng dan gak terlalu jelek. Potongan rambutnya yang khas membuatnya makin aneh. Rambut depanya yang gondrong, bagian pinggirnya dicukur mepet dan rambut belakang yang nggak pendek membuatnya makin beken. Setidaknya, teman-temanya sering bilang kalo dia mirip om Charly st12. “Djo kalo dari jauh, loe mirip om charly st12 lho. Tapi kalo dari deket koq kaya OMPRENGAN”. Begitulah lagu wajib yang sering didengarnya. Tapi tedjo tak pernah marah diejek kaya gitu.

Tedjo bersama teman lama dan teman barunya membentuk sebuah gank yang amat rajin dan aktif. Rajin buat guru jengkel dan aktif buat onar di kelas. Dengan beranggota kurang lebih 3 anak mereka namai gank mereka “Syambel ABT” dengan nama anggota:
1. Ayiiiiip : Ketua 1 a
2. Badrun : Ketua 2 a
3. Tedjo : Ketua 3 a

Mereka menyebut diri mereka ketua karena memang mereka gak punya bawahan ( bukan berarti mereka tidak memakai celana lo ).

Malam telah larut,bulan tertutup awan hitam, bintang pun enggan menampakkan sinarnya. Hanya auman burung hantu yang menemani telinga manusia. Mungkin karena syambel ABT akan melakukan konferensi tingkat RT.

Hari ini seperti biasa, tedjo berangkat sekolah, setelah mandi, tak lupa gosok gigi habis itu menolong ibu membrsihkan tempat tidur, tedjo berpamitan pada orang tuanya. Dia melaju keluar dari rumah, langkah demi langkah, tiba-tiba dia berteriak.

“ Baaannnnggggg…………”
“ Ada apa de?”
“ Ojek ke skolahan berapa?”
“ 1000 cukup”.
Setelah berpikir lama, Tedjo langsung menunggangi tukang ojeg tersebut. Ma’af maksud saya motornya tukang ojeg.

Sesampainya di gerbang sekolah Tedjo sudah di sambut oleh satpam dan guru BKnya (bukan karena tamu kehormatan, tapi tedjo terlambat sekolah). Situasi seperti ini sering di alami oleh Tedjo. Setelah push up 25 kali, membersihkan halaman dan menghadap guru BK, Tedjo langsung melesat keruang kelasnya. Tanpa pikir pendek, Tedjo mengetuk pintu dan memberi salam. Tedjo langsung menyergap bangkunya yang masih kosong. Ternyata jam itu adalah jam pelajaran tata busana. Pelajaran yang paling anti buat tedjo. Karena bagi Tedjo guru tata busananya itu guru yang paling mengerikan (lebih mengerikan dari syaiton manapun).

“Tedjoooo . . . . . .” teriak seorang tua yang tidak asing bagi Tedjo memanggil namanya. Ternyata dia adalah bu sukerma (biasa dipanggil Bu Suk).
“Lagi-lagi kamu terlambat”.
“Ma’af bu, tadi tukang ojegnya bocor, maksud saya ban motornya, jadi harus ditambal dulu”.
“ Alasan aja, sudah berapa kali kamu masuk tepat waktu?”
“Belum pernah bu”.
“ kamu ini, silahkan tutup pintu dari luar dan buka setelah bel ganti jam berbunyi”.
Tak lama kemudian datanglah seorang cw yang cantik jelita. Dia adalah bawon teman sekelas tedjo.


“Pagi djo… ge pain?”
“ni gi ngerjain tugas Bu Suk”
“Emang tugas apa?”
“Jaga pintu.”
“kamu bisa aja”.
Bawon pun ,masuk dan tak lama kemudian dia keluar lagi.
“kenapa keluar? Disuruh jaga pintu juga ya?” Tanya Tedjo.
“ Iya nich. Galak juga ya”.
“Lagi sakit gigi kali”. Gurau Tedjo.
“sebenernya aku agak kecewa dikeluarin ma Bu Suker. Tapi kalau sama kamu, Aku jadi seneng”
“apa? Kamu naksir aku?” Tanya Tedjo.
“siapa bilang?”
“Tadi kamu bilang kamu suka ma aku”.
“Bercanda kamu”.
“Gak bercanda juga gak papa koq”.

Sebenarnya bawon adalah CW yang disukai tedjo sejak bertemu denganya di kelas IX-A ini. Dari awal, Tedjo mengharap kalau suatu hari bawon juga bias cinta ma Tedjo. Walaupun tedjo suka ma bawon tapi tedjo nggak berani mengungkapin perasaannya kebawon.


Setelah jam pelajaran usai mereka masuk kelas bersama. Disambut oleh sorakan penonton sekelas, Tedjo dan Bawon bagaikan Radja dan Permaisurinya. Tedjo yang aneh pun berkata “ Kalo cemburu ngomong satu-satu…, single?double?triple?fourple?”

Beberapa detik,menit, dan jam berlalu. Akhirnya Ringtone kebangsaan Sambel ABT berbunyi. Teeet……… tet…….(bel pulang sekolah). Seperti biasa tedjo pulang sekolah jalan kaki sama teman-temannya.

Setelah sampai dirumah Tedjo kaget karena sudah ada tamu yang bertengger di rumahnya. Dia terasa tidak asing bagi Tedjo. Ternyata dia adalah teman lawas tedjo yang bernama Bedjo.

“Assalamu,alaikum” salam tedjo.
“Wa’alaikumussalam” jawab Bedjo.
“Tedjo ya?” Tanya bedjo
“Iya memang anda siapa”
Tedjo kaget karena orang yang tidak dia kenal mengenal namanya.

“Pasti kau lupa, ini aku, Bedjo sohib lamamu”.
“Ow Bedjo… ya… ya… ya… Bedjo siapa ya?”
“masa kau lupa sama temen lawasmu? “D’Riyel” ingat?”
“ya aku ingat”

Setelah mengobrol agak lama. Tiba-tiba obrolan menyeleweng masalah perempuan. Akhirnya Tedjo menceritakan bahwa dirinya sedang menyukai seseorang. Bedjo yang pengalamannya lebih ketimbang Tedjo memberi saran padanya.

“Yang penting kau harus rajin ber do’a pada ALLAh jo. Jangan lupa katakan isi hatimu pada orang yang kau sukai. Aku juga pernah ngalamin yang kaya kamu alamin sekarang ini”.

Sebelum pulang, Bedjo memberikan tasbih buat Tedjo buat kenang-kenangan. Hari telah sore, tiba saatnya masuk waktu maghrib,Tedjo gak biasanya, dia langsung mengambil air wudlu dan langsung melesat menuju musholla dekat rumahnya. Setelah selesai sholat dan berdo’a, Tedjo pulang kerumahnya.

Hari demi hari silih berganti. Tedjo kini telah berubah menjadi seorang remaja yang alim dan selalu membawa tasbih pemberian Bedjo,teman lawasnya.

Akhirnya tibalah waktu ujian nasional. Kebetulan tedjo satu ruangan dengan bawon, bahkan duduk di depannya. Sebenarnya bawon juga sudah mulai suka sama tedjo. Tapi gak berani ngungkapin perasaannya ke Tedjo.

Setelah ujian nasional berakhir, Tedj berniat mengatakaan perasaannya ke bawon,tapi dia belum punya keberanian. Tiba-tiba dia teringat ucapan sohib lamanya.

“Memang sakit kalau kita mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Tapi alangkah lebih sakit lagi jika kita mencintai seseorang tetapi kita tidak punya keberanian untuk mengatakan perasaan kita”.

Akhirnya tedjo memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya ke Bawon. Setelah acara perpisahan usai. Ia menemui bawon, ia mengatakan bahwa dia suka sama Bawon.

“won, ku mau jujur sama kamu, sebenernya ini sangat aneh terdengar, tapi ini harus ku katakan sama kamu. Maaf bila ku nyakitin hati kamu tapi sebenernya aku suka banget ma kamu. Pa kamu juga suka sama aku? Kamu gak perlu jawab sekarang kok”.
“Sebenernya kujuga suka sama kmu djo, tapi aku malu mau bicara ma kamu”
Tanpa pikir pendek Tedjo mengumumkan berita tersebut kesemua teman-temanya. Teman-temannya pun kaget mendengar berita tersebut. Karena mana mungkin seorang Tedjo bisa mendapatkan seorang Bawon. Idola disekolahnya.

Beberapa waktu setelah mereka jadian, Bawon mendengar berita kalau Tedjo akan melanjutkan sekolah di luar desa. Artinya mereka bakal berpisah. Bawonpun bersedih. Dia menemui Tedjo dan menangis di depannya. Tedjo sebenarnya gak mau nglanjutin sekolah di luar desa. Karena itu berarti dia bakal berpisah dengan kekasihnya. Tapi tedjo tidak bisa menentang perintah orang tuanya.
Dia pun mengucapkan kata perpisahan dengan bawon dan menyanyikan sebuah lagu untuk bawon.


Tibalah waktunya dipenghujung rinduku


Perpisahan adalah kenyataan


Katakan padaku


Walau dengan air mata


Yang jatuh membasahi bumi


Harus disinilah kita berpisah lambaikan tanganmu


Pejamkan matamu dipenghabisan seluruh hidupmu


Harus sampai disini.. . . . . . .
Dia berjalan sambil menangis. Tedjo berjanji pada bawon akan selalu menghubunginya. Begitu juga bawon, dia berjanji akan selalu menunggunya sampai Tedjo kembali.

--TAMAT--


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan Kritik