Selasa, 07 Oktober 2014

SAJAK: Upacara Bendera


Aku termangu sendiri,

Menatap kibaran bendera

yang warnanya tak pernah bisa kulupa,

Kutatap pula lenggokkan para pengibar merah putih yang aduhai

menutupi bokong yang penuh Borok,

tiba-tiba secara tiba-tiba,

yang semua orang bisa melihat dengan Hati,

bendera itu menangis sedih,

Ia tak kuat naik keujung tiang

yang dikerek oleh pengibar sejuta Borok

di bokong dan selangkangannya,

aku melihat sekelibat diatas awan

yang tak jauh dari ujung tiang bendera berwarna kelam itu,

seperti sedang menonton sinetron tersanjung,

yang tak pernah kehabisan cerita

hingga satu dasa warsa

disana kulihat,

banyak orang yg bisa makan

hanya dalam mimpinya saja,

ada org yg berjalan

memakai berbagai warna pakean

yang bangga mengambil Emas

di antara bendera pusaka,

dan ada pula seorang nenek tua

yg dihajar dengan palu dan pedang keadilan,

lalu aku menangis sedih,

tersungkur,

bendera itu pun semakin basah.

Sudah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan Kritik