Facebook Twitter
Matahari nyiur agak kebarat
Kau hampir saja pergi dari sana
Dari perkawanan
Setiap larik detik membisik
Dimana engkau oh.. Ciuu
Dimana engkau oh.. Vodka
Dimana engkau oh.. Gin
Dimana engkau oh.. Vermouth
Dimana engkau..
Wahai: Jack daniel, Wine, Brandy, Wiski, Jager meister, Sampagne, Sake, Rum, Bourbon.
Atau kuambil sabu, kokain, pil koplo, ganja, Morfin, Heroin, Putau.
Atau mungkin kurujak kecubung yang kupetik dari pekarangan rumahku?
Ya.. Ya..
Aku mabuk..
Disana kutemukan kesetiaan..
Ku kira..
Lalu ku sadar dan mimpi buruk..
Dan aku tahu,,
Setia hanya ada di alam nyata..
SETIA
Musuhku setia menjahatiku
Temanku setia menemaniku
Sahabatku setia menyayangiku
Kekasihku setia mengasihiku
Guru-guruku setia mengajariku
Orang tuaku setia menyintaiku..
Dan kutemukan setia bersama sahabatku, bersama kawanku..
Bukan bersama mabuk dan tak sadar diri..
BUKAN..
Aku limbung, nyiur, penthoyongan..
Bukan kerna nginum atau nyabu bahkan ngrujak kecubung..
BUKAN sahabat..
Aku mencari engkau..
Dimana kini engkau..
Padahal engkau ada di pelupuk mataku..
Tapi dimana engkau??
Sahabat terkasihku..
Engkau tak kukenali lagi..
Apa aku sedang halusinasi kerna ngonsumsi halusinogen?
Apa aku sedang mabuk kerna nginum ciu?
Apa aku gila kerna ngrujak cubung?
Tidak..
Engkau yang gila dan berubah..
Tapi..
Sahabatku..
Ternyata akupun berubah..
Dan ternyata kita masih sama..
Masih saling mengasihi dalam kasih persahabatan..
Masih saling menyintai dalam cinta persahabatan..
Masih saling menyayangi dalam sayang persahabatan..
Engkau risau aku galau
Engkau galau aku risau
Aku berfikir dan berharap
Aku sajalah yang kentir
Sedang sahabat dan kawanku di seluruh negeriku tidak merasakan gethir..
Tapi, disetiap lembar dari lembar koran,
Disetiap tayangan berita yang disiarkan
Aku membaca, melihat dan mendengar:
Aku menyaksikan,
Seorang pria mencabuli 2 anak tirinya
Aku menyaksikan,
Ratusan anak kecil dicabuli seorang pria gila di pinggiran kali di sukabumi..
Aku menyaksikan,
siswa TK,
Di sodomi tukang kebun,
Aku menyaksikan,
Banyak rakyat miskin yang bisa makan hanya dalam mimpinya saja,
Aku menyaksikan,
Para pasien di tipu ustad yang mengaku tabib,
Yaa Tuhan..
Mengapa sahabatku begitu tega seperti demikian??
Pantaskah demikian??
Haii sahabat-sahabatku
Seluruh Indonesia,,
Purwokerto, Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saran dan Kritik